Selasa, 15 November 2011

21 APRIL 2010 DI LANTAI 17


kemarin..
saat kaki kuu berpijak di lantai tujuh belas
mata kuu bisa menatap lahan hijau, langit biruu, dan pegunungan..

mencoba mencari muu diantara atap-atap yang kecoklatan..
hahaha
mana bissaaaa????!
jarak pandang kuu tak bisa jauh..
tak bisa menyebrangi lautan..
bahkan tak bisa menembus hatimuu.

jadi..
saat ada angin yang berhembus membelai rambut dan pipi muu..
anggaplah itu akuu
karena ku titip bisikku lewatnya.. (210410)



Rabu, 19 Oktober 2011

saya suka di gombal :)

sebenarnya judulnya bikin saya malu.
saya membuka sedikit rahasia tentang perempuan.
walaupun perempuan bilang mereka tidak suka digombal, tapi percayalah, para perempuan (maksudnya sebagian dari kami) menyimpan senyum dalam hati.
Namanya Adi Purwanto, temanku yang satu ini sepertinya punya bakat alami dalam menggombal. dia bisa menjadikan semua objek sebagai bahan gombalan secara refleks.
dan saya seketika itu bisa merona.
mungkin ini juga disebabkan karena saya yang terlalu gampang kena gomabalan.

gombalan yang paling saya ingat itu saat dia mengirimi saya pesan lewat BB.
"boleh minta tangan.y nda?"
"boleh, buat apa?", saya balas spontan.
"biar cintaku gak bertepuk sebelah tangan."
JLEB.

suasananya saat itu pas banget, jadi deh saya rolling di tempat tidur sambil ketawa.
tapi kan gombalannya memang lucu :D

postingan berikutnya saya mau masukin  gombalan-gombalannya ah..
syapa tauk bisa dibikin jadi buku.

Jumat, 21 Januari 2011

percakapan jiwa

Please don’t asked about it if you don’t understand what I said


I am twenty years old girl. Cute enough, sweet enough, smart enough, naughty enough
And you fell in love to me
Until you know me better
Until you fell that I was not like you were thinking before
Until you know my less
Until you bored with my less
Until you think that I am not good enough for you
You blame me
You think I am jerk--Who is the real jerk???
Then you blame me (again)
Until I fell that there is wrong with me
Until I blame my self
Until there is no space for me to lift my head and my confidence

 Then you try to explain as slowly as you try that you had done a big Mistake to fell in love with a girl that not same as you imagine that not seems what you like at the first time you knew her
You forget every single nice word that you have delivered to me
What a poor girl
And I do not have to say anything because I will busy to check my soul
And my brain and my heart
Are they complete??
Are they okay??
Are they broke?
Do I have to fix them?
Or do I can fix them??
And I will remember one sentence of a Bollywood movie “all is well”!
All is well...all is well...All is well...
I repeated!

Senin, 17 Januari 2011

hancuuurrr

aku tak tahu arah..
tapi kau tak juga menuntun.

aku tersandung..
tapi kau tak juga menoleh.

aku terjatuh..
tapi kau tak juga menemaniku bangkit.

aku mengaduh..
tapi kau tak juga iba.

aku tertatih..
tapi kau tak juga memapah..

aku jatuh pecah hancur berantakan jadi puing..
tapi kau tak juga memungut.


aku MENCINTAIMUU..
tapi kau tak juga merangkul kuu.

Selasa, 28 Desember 2010

fatamorgaNa

fatamorgaNa
(Nama yang kuberi tanpa kau tahu,
setelah ½ lusin jam bersamamu)

by:

(Episode I)

Pukul  3 pagi sekarang. Malam kian menipis, dan yang tersisa hanya selembar asa yang lama-lama jadi sia-sia. Sementara hanya suara hening yang mengisi ruang-ruang kosong dari tiap-tiap sudut kamar ; tak ada suara lain. Ada saja suara lain tapi hanya kisaran jam barulah terdengar lagi. Suara dari luar kamar. Suara air ledeng yang mengalir dari pipa PDAM yang kemudian masuk melalui pipa rumah dan selanjutnya menetes setelah melalui keran air yang rusak tepat diatas bak mandi dekat ruang tengah.
Bram, seorang yang sedari berjam-jam tak mengeluarkan suara. Berbaring tak ada kata-kata. Mungkin saja karena sunyi yang telah membunuhnya kini. Pun jika ia ingin mengelurkan kata entah kepada siapa. Tak ada seorangpun selain dia di rumah. Tak mungkinlah ia akan berbicara dengan tetesan air ledeng dalam bak mandi yang ia dengarnya. Dan tak mungkin pula ia berbicara pada tembok kamar yang mengelilinginya. Karena itulah yang ia bisa hanya diam sambil merenungi langit-langit kamar. Dan setelah jenuh dengan pemandangan itu, kemudian ia membalikkan tubuhnya kekiri merenungi tembok. Selang beberapa menit ia kembali memutar tubuhnya kearah kanan. Sekali lagi ia hanya bisa merenungi tembok. Dan itulah yang ia lakukan berulang-ulang dari pukul 11 malam sampai kini.
‘hOoooOahhhhhh……………...#$%##@!!!!’ keluhnya.
Hanya dengan mengeluarkan satu kata itu ia bangun dari pembaringannya. Perlahan ia berjalan menuju ke meja kecil disudut kamar. Sebatang rokok dan ½ gelas kopi dingin jelas dimatanya. Diseduhnya kopi dingin bekasnya sendiri kemudian menyulut rokok. Rokok yang tadinya untuk persiapan saat pagi.
 Tergambar betul diwajahnya sisa-sisa kesal. Kesal pada dirinnya. Tidak kepada siapa-siapa. Tidak pula kepada tetes air ledeng yang mengaganggu tidurnya. Kesal pada dirinya yang beberapa waktu lalu hingga malam ini membangun sebuah harapan. Harapan yang ia bangunnya sendiri yang kemudian ia gambarkan indah dalam batok kepalanya. Begitu manis, begitu indah. Kecuali malam ini, harapan itu menggambar ratusan senyum diatas bibirnya.
Tak lama kemudian ia berdiri.
‘Bodoh…!’ geram pada dirinya sendiri.
Sambil menyemburkan asap rokok tepat kearah cermin didepannya.
‘Kenapa kau mulai, heh?’
Suaranya menggantikan suara hening sekeliling kamar. Kembali ia memaki laki-laki tolol yang tergambar didalam cermin.
Suasana kembali hening. Tak ada suara lagi dari mulutnya. Diredemnya suaranya kedalam fikirannya. Menjadi kata-kata halus yang tersusun disana. Didalam batok kepalanya.
‘Sudah kau tahu tak mungkin. Kenapa kau tetap bersikeras. Kenapa kau bangun harapan pada dirimu sendiri. Sangat kokoh. Dan lihat, sampai berjam-jam malam ini pun kau tak mampu robohkan harapan itu.’
Dalam fikirannya ia terus memaki dirinya sendiri.
“Jelas bukan salah perempuan itu. Cantik bukan salahnya, baik juga bukan salahnya, dan semua yang kau anggap tentang dirinya adalah bukan salahnya. Jelas semua salahmu, salah dirimu sendiri. Kau yang beri anggapan, menilainya, dan kau sendiri yang berikan pandangan tentang ia tanpa dimintanya. Itu salahmu. Alasan saja kau bilang rasa tak sengaja. Pun itu kau munculkan sendiri dalam alam fikirmu.”

Ribuan maki ia hujatkan, dan kemudian ia tersadar lagi dari lamunan. Kopi dingin kembali diseduhnya.
‘Perempuan.’ Satu kata keluar dari mulutnya.
Sekali lagi Bram menatap langit-langit kamar dan diingatnya beberapa nama yang pernah gerogoti isi dikepalanya. Sebutnya:
‘Annha, Lisya, Nhia, Echy, Fiah, Fivee, Yuyu, Phika, Irene’
Nama-nama itu tertulis dalam sejarahnya, sejarah yang ia simpan dalam memorinya sendiri. Nama yang beberapa tahun lalu tak ada dalam kepalanya sebelum ia merasakan ketertarikan dengan lawan jenis layaknya remaja lain. Tahun ketahun dan  satu per satu kemudian muncul  mengambil bagian cerita, selanjutnya berakhir dengan munculnya nama baru dengan cerita-cerita baru pula.
Malam hampir habis. Bram masih saja dalam alam khayalnya. Tak juga ia keluar dari sana. Telah keriting otaknya. Sisa-sisa kesal pada dirinya semakin tebal menghantui. Lebih tebal dan lebih pekat dari kafein yang ia seduh dalam ½ gelas kopi dinginnya. Kesal telah mengenal satu nama baru. Bukan Annha, Lisya, Nhia, Echy, Fiah, Fivee, atau Yuyu. Nama-nama itu telah roboh ceritanya. Irene, yah Irene, nama baru yang muncul tanpa sengaja dan tak bisa ia robohkan dalam ingatannya malam ini. Nama Irene muncul. Nama yang menjadikan nama Phika pudar beberapa waktu lalu.

***
Dikepalanya, diingatnya. Sebuah siang, tepat saat matahari tak menghadirkan bayang-bayang. Saat penat dan gerah teteskan peluh. Pukul 12 pas. Saat itu…
Kantin suasana tenang, Irene datang.
“Maaf terlambat.”
“Tidak apa-apa Ren, santai saja! Ini juga belum pukul satu. Masih banyak waktu untuk selesaikan ini” sambil melebarkan senyum.
“ Thanks.” Sambil menyisipkan balasan senyum kepada Bram.
Bram hanya bisa terdiam sejenak. Sebentar sekali. Matanya seakan dipaksa untuk berhenti berkedip untuk melihat senyum perempuan paling indah sedunia setelah senyum ibunya. Senyum yang datang dari Irene si perempuan baru.
………

kamu dan aku...

Kamu dan aku…

 Ini hal yang terjadi diantara kita.
Kamu dan aku
Sebenarnya ada dia dan juga dia!
Lalu juga ada kebohongan serta kejujuran…
Air mata dan tawa…
Senyum serta rintihan.
Kamu adalah satuan kata yang mempunyai makna khusus
Kata yang kuat dan memiliki performa yang tangguh.
Bayangkan saja…
Kamu sanggup berlarian di pikiran ku seharian!!!
Mengagumkan.
Dan karena itu…
Aku yang merupakan satuan bebas yang memiliki arti seseorang yang mendambakan muu ada di masa depanku.
Bagus bukan?!
Aku tidak berharap kau hadir sekarang
Bukan berarti tidak perlu sama sekali
Hanya saja aku berharap kau sanggup menjadi masa depan dan penutup cerita.
Karena kau juga tahu…
Kalau sekarang ini ada dia dan juga dia.
Kamu dan aku tidak bisa mengabaikan dia dan juga dia.
Sama sekali tidak bisa.
Terima kasih serta maaf adalah hal berikutnya yang hadir.
Terima kasih karena ada dia sehingga ada kamu dan aku
Maaf karena ada kamu dan aku sehinggga dia dan juga dia menjadi tersakiti.
Terima kasih berikutnya kutujukan untuk kamu
Karena ada tawa dan senyum juga tangis dan rintih.
Kamu masih dikategorikan menakjubkan untuk saat ini.

Congrat.
Aku takjub pada tatapanmu
Pada suara mu
Pada tawa mu
pada waktu_yang ku tahu ia mungkin berkhianat
doakan saja waktu menepati janjinya.


Senin, 27 Desember 2010

hanya kireihana part 2

...dan saya berdiri mematung memandangi pintu itu. Warnanya coklat dgn gagang panjang aluminium. Ada kacanya. Jadi saya bisa melihat apa di baliknya samar-samar. Saya masih berdiri dan tak melangkah. Tak maju. Tak mundur. Mataku berkedip. Ku atur nafasku agar jantungku tenang. Pikiranku normal. Saya hanya menunggu... Dan tiba-tiba latarnya berubah menjadi taman dengan ayunan dan jungkat-jungkit dan bunga-bunga. Kupilih duduk di rumput. Perasaanku masih menunggu. Dan kupandangi bunga-bunga. Tak ada bunga aster kesukaanku. Dan kupandangi langit...Melintas seekor kupu. Saya merunduk. Menekuk lutut dan memeluknya. Saya memejamkan mata. Dan inderaku menangkap ada yang bergerak. Udara dingin melewati belahan rambutku. Dan perasaan damai menyergapku. Saya membuka mata...Dan menyadari sudah pagi. Ini hanya mimpi kireihana.